Sunday, October 26, 2008

Tentang Bell's Palsy..

Sebenernya udah lamaaa banget sejak aku kena penyakit ini, aku pengen nulis sesuatu yang ngejelasin apa sih sebenernya Bell’s Palsy ini. Cuma rasanya kok maleees banget buat nerjemahinnya. Waktu itu aku sendiri bener-bener puas sama penjelasan per penjelasan yang aku temuin di website tentang Bell’s Palsy (www.bellspalsy.ws). Dan sekarang setelah jeda 1 tahun sejak aku sembuh dari penyakit yang bikin aku ngerasa bersalah gara-gara ngga bisa kasih senyum yang ikhlas ke orang-orang akhirnya aku bisa juga nerjemahin—secara singkat tentunya—garis besar tentang apa itu Bell’s Palsy. Yah, walopun aku ngga tahu banyak tentang ilmu kedokteran atau sejenisnya moga-moga aja sedikit skill ku untuk nerjemahin website itu bisa sedikit banyak ngebantu orang-orang yang kepengen tahu lebih jauh tentang Bell’s Palsy di internet.

Bell’s Palsy bukan penyakit yang populer. Tidak setenar leukemia atau hepatitis memang, hal ini mungkin karena Bell’s palsy tidak seberbahaya penyakit-penyakit yang tadi disebutkan tetapi bukan berarti keberadaannya untuk diremehkan. Dokter yang dulu mengontrol fisioterapiku menjelaskan tidak setiap orang bisa terkena penyakit ini karena tiap orang memiliki anatomi tubuh yang berbeda. Di telinga bagian belakang kita ini ada sebuah syaraf yang namanya syaraf CN-VII atau syaraf cranial ke tujuh. Fungsinya adalah mengontrol otot kening, leher dan ekspresi wajah. Syaraf ini letaknya melewati semacam tube kecil bernama fallopian canal yang sangat sempit. Peradangan pada daerah ini mengakibatkan syaraf cranial ke tujuh ini tidak dapat berfungsi dengan baik, dengan kata lain mengakibatkan wajah tidak dapat berekspresi.

Apabila peradangan syaraf terjadi di sebelah kiri, maka wajah bagian kiri-lah yang menjadi lumpuh begitu pula sebaliknya. Wajah memiliki banyak otot yang memiliki fungsi uniknya sendiri. Tidak seperti kebanyakan otot lain, otot wajah ini ada langsung di dalam kulit. Bell’s palsy untuk sementara menghalangi otot-otot wajah ini bekerja dengan normal. Perbedaan lain otot wajah dengan otot bagian tubuh yang lain adalah otot wajah tidak secara langsung mengalami kelumpuhan tetapi perlahan-lahan. CN-VII adalah satu dari 12 pasang syaraf-syaraf cranial. Itulah sebabnya tidak semua otot wajah terpengaruh. Otot yang mempengaruhi pergerakan kelopak mata terpengaruh, tapi tidak pergerakan bola matanya. Berpengaruh pula pada mati rasanya lidah tapi tidak gerakannya. Lumpuh? Memang, tapi masih bisa berfungsi dengan baik. Banyak gejala fisik yang diasosiasikan dengan kelumpuhan wajah ini, tapi sekali lagi hal itu berbeda-beda pada setiap penderita. Kelumpuhan biasanya terlihat dari tidak bisa menutupnya kelopak mata atau kesulitan untuk berkedip, menghilangnya kerutan di dahi, wajah tanpa ekspresi, kesulitan berbicara, hyperacusis (sensitif terhadap suara keras), air mata yang berlebihan (atau sebaliknya), dan banyak yang lain.

Jadi saran dari Mila, kalo kamu punya gejala2 seperti yang tadi aku sebutin di atas cepet2lah pergi ke neurologist alias ahli syaraf. Biasanya pasien Bell's palsy secepetnya disaranin buat ikut fisioterapi buat ngelatih otot2 wajah secara perlahan. Emang mungkin kesembuhan orang bervariasi dan buat yang agak lama proses kesembuhan nya.. sabar ya? Walopun ada pengalaman orang yang 3 bulan, penyakit ini bisa sembuh sendiri tapi it is not recommended to do such thing okay?? Iya kalo setelah 3 bulan bener2 sembuh, nah kalo engga? Bisa barabe kan? Jadi ngadepin penyakit ini kuncinya gampang aja, banyak latihan pake chewing gum tiap pagi, dan.. be patient! :)

0 comments: